Minggu, 24 Januari 2010

Kehidupan Sederhana



A'udzubillahiminassyaithanirrajiim
Bissmillahirrahmanirrahiim
Allahumma Shalli 'ala Muhammad wa ' ala Alihi Muhammad

Kehidupan yang Sederhana
Nasehat dari: Mawlana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al Haqqani
Ditranslasi dari Servanthood & What It Is

Kalian dapat saja meraih kesempatan lebih untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan dari hasrat kalian. Namun seiring dengan bertambahnya kesempatan itu, maka meningkat pula beban yang harus kalian tanggung. Kalian hendaknya mencoba mencari cara untuk menjadi orang yang sederhana dalam hidup kalian, dengan cara hidup yang mudah dan beban yang ringan. Bila kalian sederhana, hidup kalian tidak akan rumit.

Kesederhanaanlah yang terbaik bagi hidup seseorang karena menjadikan orang menyatu dengan alam. Semakin banyak orang meninggalkan alam, makin banyak pula mereka tertimpa kesulitan. Bila kalian ramah terhadap alam, tubuh kalian akan merasakan kenyamanan dan kedamaian. Lalu jiwa kalian akan jauh lebih nyaman. Grandsyaikh berkata, Saya heran pada manusia, mereka dapat memperoleh hidup yang manis dan nikmat, tetapi mereka malah memilih kehidupan yang sukar dan hambar.
-Mutu Manikam dari Kitab Al Hikam - Syaihk Ahmad Atailah-

Tentang Sabar



-->

A’udzubillahi minassyaithanirrajiim
Bissmillahirrahmanirrahiim
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Alihi Muhammad


Hadits berkata, "Jalan menuju Surga penuh dengan hal-hal yang tidak disukai oleh nafsu. Jalan menuju Neraka, sebaliknya, dipenuhi keinganan dan kenikmatan kita."

Suatu hari yang sangat dingin di Damaskus pada waktu shalat pagi (fajar), Grandyeh berkata kepada orang-orang yang telah berkumpul di mesjid, "Karena kalian telah sabar, di sini dalam kedinginan, demi Tuhan kalian, Allah yang Maha Kuasa akan mengirimkan panasnya neraka lima puluh tahun jauhnya terhadap kalian. Ini untuk satu menit kesabaran kalian!"

Sabar adalah melawan segala hal yang disukai oleh nafsu. Ada tiga jenis sifat sabar:

Kesabaran jenis pertama adalah sabar dengan ketidaknyamanan fisik - seperti bangun di pagi yang dingin untuk shalat, menggunakan air dingin untuk mencuci, menunggu dalam antrian, keadaan yang tidak nyaman selama sakit, menyelesaikan tugas yang sulit, dan sebagainya. Untuk tetap bersabar dan tabah dalam ibadah kalian terlepas dari kesulitan-kesulitan tersebut sangatlah berharga dalam pandangan Allah.

Kesabaran jenis kedua bahkan lebih benilai dan itu adalah kesabaran menahan diri dari hal-hal yang dilarang. Ketika kamu melihat seorang wanita, contohnya, ucapkanlah, "Wahai nafsuku! Ini adalah saudara perempuanku! Bagaiman bisa aku melihatnya dengan pandangan yang buruk?" Mengenai kesabaran jenis ini ada sebuah hadits: "Hidup sebagai seorang hamba dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang lebih berharga dibanding seluruh ibadah yang dilakukan oleh semua malaikat, manusia, dan jin selama bertahun-tahun!"

Jenis sifat sabar yang ketiga adalah yang terbaik dari semua. Yaitu, bersikap sabar kepada orang-orang yang menyulitkan kalian. Quran berfirman: "Kamu harus menanggung beberapa dari kamu untuk sebagian yang lain. Kami menguji sebagian dari kamu dengan sebagian yang lain." (Quran).-Mutu Manikam dari Kitab Al Hikam - Syaihk Ahmad Atailah-

Kesabaran adalah hal yang paling penting dalam kehidupan seseorang. Bila seorang bisa menahan dengan kesabaran, semua kebaikan bersamanya. Mata Allah tertuju kepadamu...akankah kamu bersabar?

Keikhlasan




A’udzubillahi minassyaithanirrajiim
Bissmillahirrahmanirrahiim
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Alihi Muhammad


ikhlas itu menghimpun semua keutamaan dari segala amal. Ia adalah makna yang dibuka dengan diterimanya suatu amal dengan dan disegel dengan keridaan. barangsiapa yang amalnya diterima dan diridai oleh Allah , maka orang tersebut disebut orang yang ikhlas ( mukhlis ), meskipun amalnya sedikit. Adapun orang yang amalnya tidak diterima oleh Allah, maka dia bukanlah orang yang ikhlas, walaupun amalnya sangat banyak. Hal ini bisa dilihat dari kisah Adam dan iblis.
tanda penerimaan itu dengan terwujudnya istiqamah dalam melaksanakan perbuatan baik dan mencurahkan segala sesuatu yang dicintainya sesuai dengan ilmu yang benar, baik dikala bertindak atau tidak bertindak. Orang yang ikhlas adalah orang yang meleburkan jiwanya dan mengorbankan ruhnya supaya dengan tindakannya, dia bisa meluruskan ilmu dan amal serta kepribadian pelaku dan apa yang dilakukannya. Karena jika dia mendapatkan hal ini , berarti mendapatkan keseluruhan , namun jika hal itu terlewatkan darinya , maka segala-galanya lepas darinya. Ikhlas itu berarti pensucian makna tanzih ( ketakterbandingan ) dalam tauhid.

imam Ali as. berkata," Orang beramal itu akan celaka, kecuali yang beribadah. Yang beribadah itu akan celaka, kecuali orang yang berilmu. Yang berilmu itu akan celaka, kecuali orang yang benar. Yang benar itu akan celaka , kecuali orang yang ikhlas. Orang yang ikhlas itu akan celaka, kecuali orang yang bertaqwa. Yang bertaqwa itu akan celaka, kecuali orang yang yakin. Ketahuilah bahwa orang yang yakin itu sungguh berada posisi yang sangat berbahaya".

Allah SWT berfirman pada nabiNya, Dan sembahlah Tuhanmu, hingga datang keyakinan kepadamu ( QS. Al-hijr[15]:99 ).
Tingkat terendah keikhlasan adalah seorang hamba berupaya sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah Allah, kemudian dia menganggap bahwa amalannya tidak berharga disisi Allah , sehingga dia tidak menunggu balasan dari Allah. Ini karena dia menyadari bahwa sekiranya Allah menuntutnya untuk ibadah yang benar , maka dia tidak akan sanggup melaksanakannya.
Maqam terendah bagi seorang yang ikhlas adalah didunia, dia diselamatkan dari segala perbuatan dosa, dan diakhirat, dia diselamatkan dari api neraka dan mendapatkan kebahagiaan di surga.-Mutu Manikam dari Kitab Al Hikam - Syaihk Ahmad Atailah-

Sabtu, 23 Januari 2010

Penjagaan diri



A’udzubillahi minassyaithanirrajiim
Bissmillahirrahmanirrahiim
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Alihi Muhammad

Barang siapa menjaga hatinya dari kelalaian dan dirinya dari perangkap syahwat serta akalnya dari kejahilan, maka sungguh dia telah masuk kedalam kelompok yang sadar. Barang siapa yang menjaga ilmunya dari hawa nafsu , agamanya dari bid'ah dan hartanya dari yang haram, maka dia sudah tergolong dari orang2 yang saleh.
Rasulullah saaw bersabda," mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim baik laki2 ataupun perempuan." Yang dimaksud adalah ilmu tentang diri. Maka itu , seharusnya diri seorang mukmin dalam setiap hal harus selalu bersyukur, atau memohon maaf atas kelalaian dan kelemahan dirinya. Dalam arti Jjika Allah Ta'ala sudi menerimanya , maka hal itu merupakan keutamaan baginya. Namun jika Dia menolaknya , maka itu adalah keadilan baginya. Diri seorang mukmin harus bisa memahami bahwa setiap gerak dan langkahnya dalam melaksanakan ketaatan disebabkan karena taufikNya, dan mengetahui bahwa sikap diam dan tidak melakukan kemaksiatandisebabkan karena penjagaanNya.
Semua itu bisa terwujud dengan menampakan kefakiran pada Allah SWT , kebergantungan mutlak kepadaNya, kekhusukan dan kerendahan diri kepadaNya. Kuncinya adalah penyerahan diri pada Allah Ta'ala bersama angan yang telah pupus dengan mendawamkan diri mengingat kematian dan menyadari bahwa kamu sedang berdiri dihadapan Yang Maha perkasa. Hal itu akan membebaskanmu dari penjara hawa nafsu, menyelamatkanmu dari ancaman musuh dan mendamaikan jiwamu. TaufikNya adalah sebab keikhlasan dalam ketaatan .
Pangkal dari semua itu adalah kesadaran bahwa hidup adalah sementara. Rasulullah saaw. bersabda." kehidupan dunia hanyalah sesaat, maka gunakan masa itu untuk ketaatan kepada Tuhanmu."
Pintu dari semua itu adalah pelaziman diri untuk menyendiri dengan senantiasa bertafakur. Merasa cukup degnan apa yang diberikan oleh Allah dan meninggalkan kehidupan bermewah-mewahan adalah sebab untuk berkhalwat. Ketenangan adalah sebab untuk bertafakur. Kezuhudan adalah tiang ketenangan. Ketakwaan adalah kezuhudan yang sempurna. Takut adalah pintu ketakwaan. Petunjuk ketakutan adalah mengagungkan Allah SWT dan beristiqomah dengan ketaatan yang tulus dalam menunaikan perintah-perintahnya dan selalu takut serta waspada dari hal-hal menjerumuskan dirinya pada batas-batas yang diharamkanNya. Petunjuk semua ini adalah ilmu.
Allah 'Azza wa jalla berfirman, Hanya orang yang berilmu sajalah diantara hamba-hambanya yang benar-benar takut kepada Allah . ( QS. Fathir [35]:28) - Mutu Manikam dari Kitab Al Hikam Syaihk Ahmad Atailah-

Niat






A’udzubillahi minassyaithanirrajiim
Bissmillahirrahmanirrahiim
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Alihi Muhammad

Orang yg memiliki niat yang tulus adalah orang yang memiliki hati yang suci. Karena kesucian hati dari bisikan-bisikan dalam melakukan perbuatan - perbuatan yang dilarang didapatkan dengan memurnikan niat hanya bagi Allah semata pada segala urusan.
Allah berfirman, Hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang suci ( QS. Al-Syu'ara [26]:88-89 ).
Nabi Muhammad Saaw besabda,"Niat seorang mukmin lebih baik dibanding dengan amalnya. " dan dalam sabdanya yang lain," Segala amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya". Hendaknya seorang hamba memurnikan niatnya dalam setiap gerak geriknya. Niat yang tidak sedemikian ini akan menjadikannya gegabah dalam melakukan sesuatu. Allah telah menyifati orang-orang gegabah dalam bertindak , seperti dalam firmanNya, Mereka itu tiada lain hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya. (QS. Al-Furqan [25]:44 ). Dalam ayat lain, Mereka itulah orang-orang yang lalai. ( QS. Al-Araf [7]:179 ).
Niat itu berasal dari hati sesuai dengan tingkat kemurnian makrifat. Kuat dan lemahnya niat seseorang akan berbeda sesuai dengan perbedaan naik turunnya keimanan. Orang yang memiliki niat yang tulus, maka jiwa dan nafsunya akan tunduk dibawah genggaman kekuasaan keagungan Allah SWT dan malu dihadapanNya. Dia tidak akan merasa tenang, karena sifat, tabiat dan hasratnya, meskipun orang-orang merasa tenang darinya.

Zikir




A’udzubillahi minassyaithanirrajiim
Bissmillahirrahmanirrahiim
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Alihi Muhammad

Orang -orang yang benar mengingat Allah adalah orang yang benar-benar taat padaNya. Barang siapa yang lengah mengingatNya , maka dia telah durhaka. Ketaatan adalah tanda petunjuk,sedangkan maksiat tanda kesesatan. Pangkal keduanya adalah zikir dan lalai. Jadikanlah hatimu sebagai kiblat bagi lisanmu, janganlah menggerakannya kecuali denga isyarat hati, persetujuan akal dan keridhaan imaan. Allah mengetahui semua yang tersembunyi dan terlihat darimu.
Jadilah laksana orang yang sedang dalam keadaan sakaratul maut, disaat ruh akan berpisah dari raganya, atau laksana orang yang berdiri dalam barisan pada hari pembalasan. Maka janganlah kamu berpaling dari apa yang dibebankan oleh Tuhanmu padamu dari perintah dan laranganNya serta janji dan ancamaNya. Jangan pula kamu menyibukan diri dengan selain yang dibebankan oleh Tuhanmu . Sucikanlah hatimu dengan air kesedihan dan ketakutan.
Jadikanlah zikrullah ( mengingat Allah ) itu dikarenakan Dia selalu mengingatmu . Dia ingat kepadamu tetapi Dia tidak membutuhkanmu. IngatNya kepadamu itu lebih mulia, lebih diharapkan , lebih terpuji dan lebih sempurna daripada ingatmu padaNya, bahkan lebih dahulu darimu. Makrifatmu bahwa Dia selalu mengingatmu akan mewariskan kerendahan hati , rasa malu dan kehancuran. Dari sinilah lahirlah pandangan akan kemuliaanNya dan karuniaNya yang lalu . Ketaatanmu tidak memiliki nilai sama sekali dihadapan keagungaNya. Meskipun kamu telah banyak berbuat kebaikan. Akhirnya, kamu tulus mengharapkan keridhaanNya.
Perhatiaanmu akan zikirmu terhadapNya akan mewariskan riya, ujub, kebodohan, bertindak kasar pada mahlukNya, merasa telah banyak melakukan ketaatan padaNya dan melupakan karunia dan kemuliaanNya. tak ada yang bertambah pada dirimu kecuali menjadikanmu jauh dari Allah. Kamu tidak mendapatkan sesuatupun dari perjalan waktu ini kecuali ketakutan.
Zikir itu ada dua macam, yaitu zikir yang tulus bagi Allah sesuai dengan persetujuan hati dan zikir yang memiliki arti bahwa yang berzikir itu sebenarnya adalah Tuhan. Rasulullah Saaw bersabda, Aku tidak mampu untuk memuji diriMu. Rasulullah Saaw. tidak pernah menjadikan zikirnya kepada Allah Azza wa jalla memiliki nilai sama sekali karena pengetahuannya akan hakikat sebelumnya bahwa dia mengingat Allah itu karena sebenarnya Allah mengingat diriNya. ini lebih utama.
Barang siapa yang ingin mengingat Allah Azza wa jalla , maka hendaknya dia mengetahui bahwa ketika Allah tidak mengingatkan hambaNya dengan memberikan taufik padanya untuk mengingatNya, niscaya hamba itu tidak akan mampu mengingatNya.

syukur




A’udzubillahi minassyaithanirrajiim
Bissmillahirrahmanirrahiim
Allahumma Shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Alihi Muhammad


Pada setiap tarikan nafasmu ada kewajiban bersyukur atasmu, bahkan beribu kali bersyukur atau lebih. Syukur yang paling rendah adalah kesadarn bahwa semua nikmat berasal dari Allah SWT tanpa hati harus terikat pada suatu sebab selain Allah 'Azza wa jalla . Syukur juga berarti rida terhadap apa yang diberikan Allah dan kamu tidak mendurhakaiNya dengan nikmatNya serta menentangNya dalam setiap perintah dan laranganNya karena nikmatNya. Hendaknya kamu menjadi hamba yang pandai bersyukur atas nikmatNya disetiap kesempatan, niscaya kamu mengetahui dan menyadari bahwa Allah adalah Tuhan yang Maha Mulia terhadap segala hal.
Jika disisi Allah ada ibadah yang dilakukan oleh hambaNya yang tulus lebih luhur dan agung dari rasa syukur terhadap setiap hal, maka Dia akan menjadikannya sebagai ibadah yang wajib bagi seluruh mahluk. Namun karena tidak ada yang lebih utama dari bersyukur , maka Allah mengistimewakan syukur diantara sekian banyak ibadah dan memilih mereka yang melakukan ibadah ini. Dia berfirman, " hanya sedikit sekali dari hambaKu yang bersyukur (QS. Saba [34]:13 ).
Kesempurnaan dari rasa syukur adalah pengakuanmu dengan bahasa batin secara tulus pada Allah ' Azza wa jalla akan ketidakmampuanmu menggapai derajat syukur yang terendah dalam dirimu. Mendapatkan taufik untuk bersyukur merupakan kenikmatan yang juga harus disyukuri. Hal itu merupakan kenikmatan yang paling agung dan berkah yang paling mulia dari kenikmatan yang telah diberikan kepadamu. Dengan demikian pada setiap ungkapan rasa syukur harus ada syukur sesudahnya yang lebih besar sampai tidak ada batasnya. Seorang hamba tenggelam dalam lautan kenikmatanNya, namun lemah dan tak berdaya untuk menggapai derajat syukur yang tertinggi. Jika seperti itu kejadiannya, bagaimana mungkin seorang hamba bisa menyamakan rasa syukurnya dengan nikmat yang diberikan oleh Allah padanya. Kapan dia bisa menyamakan perbuatannya denga perbuatan Allah ? sedangkan hamba itu mahluk lemah yang tidak pernah memiliki kekuatan kecuali dari Allah 'Azza wa jalla . Pada saat yang sama , Allah sama sekali tidak membutuhkan ketaatan hambaNya. Dia sangat mampu untuk menambahkan kenikmatan. Jadilah hamba yang pandai bersyukur , dengan begitu anda akan melihat berbagai keajaiban dan jawaban dari pertanyaanmu.